Lik Basiyo, si raja humor dari Pos Ronda Bajigur, hendak mengumbar lelucon lagi. Para peronda pun dengan takzim siap-siap mendengarkan cerita lucu van Lik Basiyo dengan melemaskan otot-otot mulut dan syaraf kejenakaan mereka.
“Mau cerita apa lagi, Lik?”
“Sampeyan pernah dengar lelucon pengantin Purwokerto belum?”
“Belum, Lik. Belum. Yang gimana itu?”
“Begini. Alkisah ada seorang pemuda miskin dari Purwokerto, Jawa Tengah. Namanya Yogi Prasetyo. Dia berasal dari sebuah keluarga sederhana. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit. Tapi, karena kegigihannya, dengan biaya pas-pasan, Yogi berhasil kuliah di Fakultas Ekonomi Nggadjah Mada.”
Lik Basiyo berhenti sebentar untuk menyeruput wedang ronde kiriman Yu Ginuk.
“Nah, di kampus itu, Yogi jatuh hati pada seorang gadis bernama Ayu Wulaningrum. Perempuan manis ini putri tunggal seorang petinggi di Yogyakarta dan masih keturunan Keraton. Darahnya biru. Walaupun secara ekonomi mereka jauh berbeda, mereka tetapi bisa saling mencintai, bahkan berlanjut pacaran.
“Bapaknya apa ya ndak melarang mereka pacaran?”
“Semula ya ndak setuju, Kang. Tapi toh dia ndak mampu mencegah gelora cinta putri tunggalnya. Pancen dasarnya anak zaman sekarang, Kang. Susah dilarang.”
“Lalu bagaimana, Lik?”
“Singkat cerita, setelah mereka lulus kuliah, orang tuanya pun menikahkan Yogi dan Ayu. Wah, pesta gede-gedean. Ayah Yogi yang tak punya banyak harta hanya bisa menyumbang pakaian, sprei, sarung bantal, buatan sendiri. Hand made gitu. Namanya juga penjahit.”
“Yang penting itu perhatian pada anak, Lik.”
“Iyo. Nah, ketika malam pengantin tiba, Yogi dan Ayu pun masuk kamar untuk melakukan adegan selanjutnya. Sampeyan ngerti maksud saya kan? Eh, siapa sangka. Begitu Yogi membuka pakaian dan tinggal memakai celana kolor, Ayu malah berteriak kaget, histeris, lalu pingsan.”
“Loh, kenapa, Lik?”
“Selidik punya selidik, ternyata Yogi lupa kalau celana kolor jahitan ayahnya itu terbuat dari kain bekas kantong tepung terigu. Dan di tengah celana kolor itu masih terpampang dengan jelas tulisan:
BERAT BERSIH 25 KILOGRAM. Pantes Ayu langsung pingsan begitu melihatnya. Soalnya, Ayu tidak bisa membayang kan berapa besar ‘isi’ celana dengan berat 25 kilogram itu ….”
“Hahaha….. Lik Basiyo bisa aja …. “